Sabtu, 08 Februari 2020

Resensi Novel Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat


Resensi Novel “Sebuah Seni Untuk Bersikap  Bodo Amat”

Judul Asli : The Subtle Art Of Not Giving A Fuck
Judul : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodoh amat
Pengarang : Mark Manson
Penerjemah : F. Wicaksono
Penerbit : PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Tahun Terbit : 2018
Tempat Terbit : Jakarta
ISBN : 978-602-452-698-6
Dimensi Buku : 246 Halaman
Harga Buku : Rp 67.000,00

Judul buku ini dibuat sangat menarik, dimana seni sambung dengan kata bersikab bodo amat, yang sekaligus berarti seni untuk tidak memperdulikan beberapa hal. Awal saya membaca judul buku ini, saya mengira bahwa buku ini berisi hal-hal vulgar dan tidak mengandung nilai-nilai positif, karena terdapat kata fuck pada judul aslinya. Mayoritas buku yang ada pada pada pasaran, banyak buku yang mengajarkan para pembaca untuk peduli terhadap sesama manusia, lingkungan, peduli terhadap keadaan politik yang viral dan sebagainya. Akan tetapi buku ini malah mengajarkan kita untuk bodo amat.
Sebuah seni berikap yang ada pada buku ini intinya mengajrkan para pembacanya untuk bersikap peduli terhadap sesuatu yang penting dalam hidup kita, serta melepaskan semua hal lain.penulis, Mark Manson menjelaskan bodo amat dengan sangat baik. dengan sangat baik. Semua orang tau bahwa kematian akan dialami oleh dirinya, hal itulah yang membuat kita harus bodo amat. Dalam hidup singkat tersebut manusia seharusnya mampu memilih hal yang memang seharusnya kita pedulikan, atau kehidupan kita akan menjadi kacau tanpa adanya pentimbangan itu.
Buku ini terkesan beda dari yang lain dengan buku pengembangan diri lainya. Dengan membaca buku pengembangan diri kita dibuat termotivasi dan merasa lebih semangat. Tetapi saat membaca buku Manson, kita malah dibuat menekuk dahi, tertawa, mengendus bahkan menangis. Marson mempercayai jika kita mengejar sesuatu yang menurut kita baik, maka kita akan dibuat semakin tidak baik. Sebagai contoh dia mencontohkan ketika seseorang ingin kaya, maka ia akan merasa miskin karena dengan segala yang ia miliki selalu juga ia akan memikirkan hal lain yang belum ia miliki yang membuatnya semakin miskin dan tak berharga. Ada beberapa poin yang penting dalam buku ini, yaitu:
Masalah bukanlah sebuah masalah, tapi adalah tantangan untuk mendapat masalah selanjutnya. Ketika kita bahagia menyelesaikan masalah, sebenarnya itu adalah sebuah kesalahan, karena dibalik selesainya masalah, ada masalah yang lebih menantang yang harus dihadapi. Buku ini mengarahkan pembaca untuk mencari rasa sakit yang ingin dirasa dan ditahan untuk mencapai kebahagiaan.
Terlalu fokus pada hal-hal yang seharusnya diabaikan itu adalah hal penting. Saat kita mencapai suatu target yang menurut kita adalah kebahagiaan, tentu ada orang lain yang turut senang, tetapi lebih banyak otang yang terus menerus memberikan penilaian, kurang begini kurang begitu. Jika kita menuruti dan memperdulikan hal itu, maka kebahagiaan tak akan pernah dicapai. Sehingga Buku ini menuntut kita untuk mencari tahu apa yang sebenarnya layak dipedulikan dan diinginkan agar kita tidak terlalu pusing dengan hal yang sebenarnya tidak penting.
Fokus pada hal yang lebih penting akan lebih baik. Kita dapat memilih satu pertempuran yang akan kita lewati, melalui hal itu kita akan merasakan sakit sesuai yang kita pilih. Mark Manson mengajarkan untuk tetap fokus dengan tujuan kita. Semua akan baik-baik saja dengan bersikap bodo amat.
Buku ini ditulis oleh Manson dengan tujuan mengedepankan argumen bahwa manusia tidak ada yang sempurna serta terbatas. Dia mengajak untuk untuk mengerti batasan yang dimiliki manusia, dengan itu kita sadar tidak perlu mengejar hal lain yang tak perlu. Kita diajak untuk menghadapi kenyataan yang menyakitkan dan menumbuhkan kepercayaan pada jiwa. Buku ini sangat cocok untuk dibaca bagi kalangan remaja dan dewasa. Dengan buku ini kita akan tahu mana hal yang harus diperhatikan dan mana yang harus diabaikan. Terpenting adalah selalu bersikap bodo amat mengenai hal yang tak penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar