ANALISIS NOVEL TERHADAP
PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Jurnal
ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
semester I
Oleh
:
Aji
Santoso (K1219004)
Pendidikan
Bahasa Indonesia
Fakultas
Keguruan dan Imlu Pendidikan
Universitas
Sebelas Maret 2019
ANALISIS
NOVEL DENGAN MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Oleh
: Aji Santoso (K1219004)
ABSTRAK
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh salah satu karya sastra yaitu novel
terhadap metode pembelajaran sastra ditingkat SMA. Metode analisis didapatkan dengan cara mempelajari
7 jurnal yang membahas : 1) Novel Potret Terindah Dari Bali karya Pande Komang Suryanita 2) Novel Bercinta Dalam Tahajjudku karya Anshela 3) Novel Biru
Darah Gadisku karya Darto Singo 4) Analisis Psikologis Tokoh Minke Roman Buni Manusia karya Pramoedya Ananta
Toer 5) Novel Mantra penjinak
ular karya Kuntowijoyo 6) Novel
Perjalanan Mengalahkan Waktu karya Fatih Zam 7) Novel Assalamualaikum
Beijing karya Asma Nadia.
Analisis jurnal ini bertujuan untuk
memberikan analisis mengenai peranan novel terhadap kepribadian dan perilaku
siswa yang diharapkan nantinya mampu mengambil nilai-nilai positif dari karya
sastra yang mereka baca. Banyak nilai yang dapat diambil dari novel, misalnya
dapat meneladani kebaikan dari tokoh utama, serta mempelajari masalah yang ada
untuk diterapkan dikehidupan dengan harapan mampu menyelesaikan dengan baik. Selain
kepada para siswa, penelitian ini mengharapkan kepada para pengajar untuk
membimbing para siswa dalam mengambil nilai dalam novel serta unsur instrinsik
dan ekstrinsik.
Kata
Kunci : Novel, Pembelajaran, SMA
Daftar
Isi
Judul
.......................................................................................................................
2
Abstrak
.................................................................................................................. 2
Daftar
Isi .................................................................................................................
3
Bab I Pendahuluan
.................................................................................................
4
A. Latar Belakang ...........................................................................................
4
B.
Rumusan
Masalah ......................................................................................
5
C.
Tujuan
Penelitian .......................................................................................
5
D. Manfaat Penelitian
.....................................................................................
5
BAB
II Landasan Teori
..........................................................................................
6
A. Kajian Pustaka
............................................................................................
6
B.
Kerangka
Berfikir .......................................................................................
7
C. Hipotesis Penelitian
....................................................................................
8
BAB
III Pembahasan ..............................................................................................
8
BAB
IV Penutub .................................................................................................
.12
A. Keimpulan ................................................................................................
12
B. Saran .........................................................................................................
13
Kajian
Pustaka ......................................................................................................
14
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Karya sastra merupakan cipta karya yang dihasilkan
dari imajinasi manusia berdasarkan hubungan kejadian yang dialami dan
terinspirasi dari realita dilingkungan sekitar pencipta yang dipadukan dalam
sebuah puisi, cerpen, novel, dan drama. Ada dua peranan karya sastra, yaitu
sebagai hiburan dan mengandung nilai-nilai atau pesan moral kebaikan yang
bermanfaat bagi masyarakat atau pembacanya. Atas dasar hal tersebut, pengarang
biasanya memiliki keinginan untuk berkomunikasi dan memberikan sebuah pemahaman
tertentu didalamnya, sehingga karya sastra tersebut memiliki kandungan moral
dan nilai positif tertentu yang diselipkan ketika proses pembuatan karya sastra
itu berlangsung.
Novel merupakan salah satu bentuk karya
sastra yang mengandung nilai pesan moral positif bagi pembacanya. Contoh nilai
yang terkandung dalam novel adalah nilai pendidikan yang mencakup nilai sosial,
moral, dan religius. Novel dapat dijadikan bagian dalam pembelajaran sastra tingkat
SMA dan mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra, baik
instrinsik maupun ekstrinsik yang keduanya dapat menambah wawasan pengetahuan terhadap
siswa didalam proses menganalisis dan memahami sastra.
Novel merupakan salah satu media yang
efektif membentuk karakter siswa melalui nilai-nilai sosial yang diselipkan
didalamnya. cerita yang diangkat dalam novel sebagian besar berasal dari
kehidupan manusia yang ditokohkan dengan berbagai jenis masalah yang harus
dihadapi dan diselesaikan oleh tokoh tersebut. Problematika dalam novel tidak
hanya masalah cerita, tetapi juga masalah yang kemungkinan banyak terjadi pada
masyarakat luas (pembaca). Salah satu tujuan hal tersebut adalah memberikan
keteladanan bagi siswa yang kemungkinan juga mengalami masalah yang sama dengan
masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita yang dibaca, sehingga mereka mampu
menganalisis dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan baik.
Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat kepada para pengajar, dengan tujuan mereka mampu memberikan
kontribusi dalam mengatasi masalah
rendahnya minat baca dan buruknya karakter siswa dan masyarakat di Indonesia.
Salah satu cara adalah mengarahkan para siswa untuk membaca karya sastra berupa
novel, yang nantinya diharapkan mampu mempelalajari dan menerapkan nilai-nilai
yang terkandung dalam novel. Setelah membaca satu novel, siswa juga diharapkan
mendapat candu dalam membaca yang nantinya selain membaca siswa juga berminat
untuk menulis novel maupun karya sastra lain dan diharapkan mampu meningkatkan
apresiasi terhadap karya sastra.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas, maka masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai
berikut:
1.
Bagaimanakah peran novel dalam pembelajaran tingkat SMA?
2.
Bagaimanakah pengaruh novel terhadap karakter siswa SMA?
3.
Bagaimanakah cara meningkatkan literasi siswa melalui novel?
C.
Tujuan penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah diatas, maka tujuan yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui peran novel dalam pembelajaran tingkat SMA.
2.
Untuk mengetahui pengaruh novel terhadap siswa SMA.
3.
Untuk mengetahui cara meningkatkan literasi siswa melalui novel.
D.
Manfaat penelitian
Berdasarkan tujuan
diatas, maka manfaat yang diberikan sebagai berikut:
1.
Manfaat Teoritis
a.
Manfaat penelitian ini ditujukan untuk peran vovel dalam pembelajaran
tingkat SMA.
b.
Manfaat penelitian ini ditujukan untuk pengaruh novel terhadap siswa SMA.
c.
Manfaat penelitian ini ditujukan untuk literasi siswa melalui novel.
2.
Manfaat Praktis
a.
Bagi Penulis
1)
Terselesaikannya tugas mata kuliah pembinaan dan pengembangan bahasa
semester I
2)
Menambah wawasan mengenai pentingnya karya sastra terhadap pembelajaran.
3)
Mampu meningkatkan kualitas menyusun karya tulis ilmiah.
b.
Bagi Pembaca
1)
Mampu memberikan wawasan pengetahuan mengenai pentingnya karya sastra.
2)
Mampu meingkatkan minat membaca dan menulis.
c.
Bagi Penelitian Lain
1)
Dapat memberikan referensi dalam penyusunan karya tulis dengan tema yang
sama.
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Kajian Pustaka
Seseorang juga bisa melakukannya dengan
cara menuliskan kejadian apa saja yang dialami, baik yang sudah terjadi atau
yang sedang direncanakan. Biasanya seseorang memiliki catatan pribadi, seperti
buku harian atau puisi untuk seseorang yang di sayang. Tulisan tersebut bisa
disebut sebagai karya sastra karena menceritakan tentang kejadian yang telah
dipahami oleh penulis. Penulis sebuah karya sastra bisa dilakukan kapan saja
dan di mana saja sesuai dengan keinginan penulis (Wellek dan Werren, 1995:9).
Sebuah karya biasa ditulis oleh pengarang dengan isi sesuai kehendak dari
pengarang. Dapat ditulis mengenai hal fiktif maupun reaita kehidupan yang
pernah ia jalani.
Mursal
Esten (1978 : 9) Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta
artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (dan masyarakat)
melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan
manusia (kemanusiaan). Setiap sastra pasti memiliki tujuan yang disematkan oleh
pengarang, baik secara tersirat maupun tersurat.
Semi
(1988 : 8) Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang
objeknya adalah manusia dan kehidupanya menggunakan bahasa sebagai medium.
Karya sastra adalah hasil murni karya manusia yang disampaikan melalui bahasa
secara lisan maupun tertulis.
Panuti
Sudjiman (1986 : 68) Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki
berbagai ciri keunggulan seperti keorisinilan, keartistikan, keindahan dalam
isi, dan ungkapan. Baik secara lisan maupun nonlisan, karya sastra pasti
memiliki ciri sesuai karakter penulis yang berisi banyak sekali ciri dan tujuan tertentu
B.
Kerangka Berfikir
Perkembangan dunia sastra di Indonesia semakin hari semakin bertumbuh
dengan baik diiringi dengan minat baca yang terus meningkat bagi masyarakat
khususnya pelajar tingkat SMA. Para siswa SMA yang masih dalam golongan remaja
sering membaca karya sastra utamanya novel.
Agar para siswa tidak hanya sekedar membaca novel, haruslah mereka
diberikan bimbingan mengenai cara mengambil nilai-nilai yang terdapat pada
novel. Hal tersebut mencegah para siswa untuk tidak hanya membaca, tetapi dapat
memperoleh nilai moral yang positif serta dapat diarahkan untuk menerapkanya
dikehidupan nyata.
Bimbingan tidak hanya dilakukan kepada para siswa, tapi juga kepada
pengajar. Guru memiliki peranan sangat penting karena merekalah yang
berhubungan langsung dengan para siswa. Setelah diberi wawasan mengenai hal
positif dalam novel, guru diharapkan mampu membuat siswa tidak hanya membaca,
tetapi juga aktif dalam menulis dan menciptakan karya sastra.
C.
Hipotesis Penelitian
1.
peran novel dalam pembelajaran tingkat SMA
terdapat peranan novel yang dalam pembelajaran kelas
di tingkat SMA.
2.
pengaruh novel terhadap karakter siswa SMA
terdapat pengaruh novel terhadap karakter siswa.
3.
meningkatkan literasi siswa melalui novel
novel dapat mempengaruhi minat baca dan meningkatkan
tingkat literasi di Indonesia.
BAB III
PEMBAHASAN
Penelitian ini
menganalisis bahasan 6 novel dalam kengaiatan pembeajaran tingkat SMA, yaiu:
1.
Novel Bercinta dalam Tahajjudku Karya Anshela
berdasarkan Teori Behaviorisme B.F Skiknner
Terjadi
perubahan tingkah laku pada tokoh Kisi dalam novel “Bercinta dalam Tahajjudku”
karya Anshela. Bentuk perubahan tingkah laku tokoh Kisi adalah sebagai berikut.
Pada
awalnya kisi mempunyai sifat yang manja dan kekanak-kanakan. serta mempunyai
sifat buruk lainnya yaitu egois (selalu merasa benar dan ingin menang sendiri),
setelah terjadinya perubahan akhirnya tokoh Kisi mulai meninggalkan sifat
egoisnya itu, kini ia mulai bisa menerima pendapat/nasihat dari orang lain.
Pada
awalnya tokoh Kisi di kenal sebagai gadis yang tidak tahu banyak mengenai agama
Islam karena ia tidak memiliki ketertarikan untuk mepelajari Islam secara
mendalam, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Kisi mulai tertarik untuk
lebih mendalai ajaran islam
Sedangkan kaitan hasil analisis novel “Bercinta dalam
Tahajjuku” karya Anshela” dengan materi pembelajaran sastra di SMA ialah
dapat digunakan sebagai bahan ajar pada materi pembelajaran sastra di SMA
karena dalam novel ini terdapat nilai-nilai agama yang bisa dicontoh oleh
siswa, belajar mengenai shalat, pentingnya saling memaafkan sesama umat
beragama.
2.
Citra Wanita dalam Novel
Potret Terindah dari Bali karya Pande
Komang Suryanita
Citra wanita
yang terdapat dalam novel Potret Terindah dari Bali karya Pande Komang
Suryanita terbagi menjadi tiga, yaitu:
a.
citra wanita sebagai
pribadi, yakni tercitra sebagai wanita yang memiliki beberapa keinginan,
tercitra sebagai wanita yang memiliki potensi dan prestasi, tercitra sebagai
wanita yang sabar dan tabah menerima cobaan, tercitra sebagai wanita yang bersyukur
atas karunia Tuhan.
b.
Citra wanita dalam
keluarga, yakni tercitra sebagai wanita yang menyayangi keluarga, dan tercitra
sebagai wanita pencari nafkah untuk keluarga.
c.
Citra wanita dalam
masyarakat, yakni tercitra sebagai wanita yang memiliki peranan positif dan
negatif.
Sedangkan kaitan
antara hasil penelitian dengan materi pembelajaran sastra di SMA. Analisis
kepribadian tokoh utama yang dibahas pada penelitian ini memiliki kaitan dengan
SK/KD yang telah di tetapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
yaitu kelas XI semester 1 dengan Standar Kompetensi (SK): Memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel
terjemahan, dan Kompetensi Dasar (KD): Menganalisis
unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan.
3.
Novel Biru Darah Gadisku karya Darto Singo
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
pada novel Biru Darah Gadisku karya Darto Singo, dapat dikatakan
bahwa dalam novel ini terdapat nilai pendidikan yang meliputi:
Nilai moral dalam novel ini meliputi:
keberanian dalam hidup, usaha dan kerja keras, meminta maaf, rendah hati,
berterima kasih, ketulusan, jujur dan terus terang, tidak putus asa, baik hati,
kepatuhan, kesopanan dan keramahan, dan saling menasihati.
Nilai sosial atau kemasyarakatan dalam
novel ini meliputi tolong menolong, cinta kasih, tanggung jawab, kerukunan,
peduli sesama, dan saling menghargai.
Nilai religius atau keagamaan dalam
novel ini meliput memohon dan berdo’a kepada Tuhan, bersyukur, percaya kepada
takdir, dan mencintai dan menyayangi orang tua.
Novel Biru Darah Gadisku juga dapat
mengembangkan fungsi imajinasi atau daya pikir siswa, mengembangkan fungsi
perasaann siswa, dan mengembangkan fungsi intelektual atau kecerdasan siswa.
4.
Analisis
tokoh Minke Roman di novel Bumi Manusia
karya Pramodya Ananta Toer
Psikologi tokoh Minke Roman Bumi Manusia karya Pramoedya
Ananta Toer terlihat dari pencapaian tokoh Minke dalam memenuhi kelima
jenjang hirarki kebutuhan tersebut. Masalah-masalah yang dihadapi tokoh Minke
seperti status sosialnya sebagai Pribumi yang dianggap rendah oleh
bangsa-bangsa Eropa atau usaha-usaha yang dilakukannya untuk menjaga agar
kebutuhan akan cinta dan dimilikinya tetap terpenuhi secara tidak langsung
membentuk kepribadian tokoh Minke. Dari peristiwa-peristiwa yang terjadi
dapat disimpulkan bahwa psikologi tokoh Minke dapat digambarkan sebagai
pribadi yang lebih dewasa, mandiri, memandang sesuatu secara objektif, menerima
kenyataan, berwawasan terbuka, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan
tidak mudah menyerah pada setiap masalah.
Kaitan psikologi tokoh Minke Roman Bumi Manusia dengan
pembelajaran sastra di SMA dapat dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dengan Standar Kompetensi memahami Novel
Indonesia/terjemahan. Dengan standar kompetensi menganalisis unsur-unsur
intrinsik dan ekstrinsik Novel Indonesia/terjemahan.
5.
Analisis
psikologi kepribadia tokoh utama novel Perjalanan
Mengalahkan Waktu karya Fatih Zam
Psikologi kepribadian tokoh utama (Ardi) dianalisis menggunakan
pendekatan psikologi Sigmund Freud yang fokuskan pada struktur kepribadian. Ia memiliki
keinginan untuk tetap sekolah, keinginan untuk mendapatkan hadiah atau
penghargaan dari kedua orang tua tersebut ditandai suatu keadaan ekonomi yang
tidak mampu. Ego tokoh utama (Ardi) memiliki impian menjadi orang yang
berpendidikan setinggi-tingginya,tokoh utama (Ardi) memiliki kepribadian dari
mulai SD ia selalu meraih peringkat 3, begitu juga di waktu SMP dan SMA Ardi
tetap meraih peringkat 1 di sekolahnya, menjadi penjual koran di jalankan untuk
mempertahankan hidup, ikut dalam
sebuah grup membina anak-anak jalanan. Superego tokoh utama (Ardi) memiliki
kepribadian yang supel, dan mudah bergaul dengan orang lain.
Kaitan psikologi tokoh Minke Roman Bumi Manusia dengan
pembelajaran sastra di SMA dapat dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) dengan Standar Kompetensi memahami Novel Indonesia/terjemahan. Dengan
standar kompetensi menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik Novel
Indonesia/terjemahan. Guru dapat menerapkan teori hirarki kebutuhan Abraham H.
Maslow untuk mengidentifikasi unsur ekstrinsik khususnya untuk menganalisis
psikologi tokoh-tokoh dalam Novel Indonesia atau terjemahan.
6. Kepribadiam tokoh Asma dalam novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia
Kepribadian tokoh Asma dalam novel Assalammualaikum Beijing karya Asma Nadia terlihat dari pencapaian tokoh Asmadalam memenuhi kelima jenjang hirarki kebutuhan tersebut. Masalah- masalah yang dihadapi tokoh Asma seperti hubungan pribadinya yang penuh dengan misteri bahwa ketika seseorang ikhlas dalam menjalani semuaujian hidup yang telah digariskan untuk menjaga agar kebutuhan akan rasa cinta dan dimiliki tetap terpenuhi secara langsung membentuk kepribadian tokoh Asma. Dari cara tokoh Asma menyikapi peristiwa- peristiwa yang terjadi dapat dikatakan bahwa tokoh Asma memiliki kepribadian yang tegar dan cukup selektif dalam memilih pasangan. Di sisi lain, Asma juga seseorang yang mampu menerima keadaan sehingga dapat bangkit dari keterpurukan, guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar sampai pada tingkat aktualisasi diri seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow.
Relevansi hasil kepribadian tokoh Asma dalam novel Assalammualaikum Beijing terhadap pembelajaran sastra di SMA. Pembelajaran sastra di SMA adalah kegiatan apresiasi terhadap karya sastra, yang membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan. Relevansi kepribadian tokoh Asma dalam novel terhadap pembelajaran sastra di SMA kelas XI semester I, dengan Standar Kompetensi (SK) memahami berbagai hikayat, novel Indonesia, atau novel terjemahan, dengan Kompetensi dasar (KD) menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia atau novel terjemahan, yang dapat membantu siswa untuk mengindentifikasi dan menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Indonesia atau novel terjemahan, terutama dalam pendidikan karakter.
BAB IV
PENUTUP
A.
SIMPULAN
Salah satu materi pembelajaran yang
digunakan guru ditingkat SMA dalam pembelajaran adalah karya sastra. Kurikumum
Tingkat Satuan Pendidikan sudah dikaitkan dan disesuaikan dengan materi karya
sastra. Pada SK (Standar Kompetensi) kelas XI Semester I memahami hikayat,
novel Indonesia atau novel terjemahan, dengan KD (Kompetensi Dasar)
menganalisis unsur-unsur ekstrinsik dan intrinsik novel Indonesia/terjemahan,
dengan Indikator: 1) Menganalisis unsur-unsur ekstrinsik dan intrinsik (alur, tema,
penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat) novel Indonsia. 2)
Menganalisis unsur-unsur ekstrinsik dan
intrinsik (alur, tema, penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat)
novel terjemahan. 3) Membandingkan unsur ekstrinsik dan intrinsik novel
terjemahan dengan novel Indonesia.
Dari pembahasan yang telah dibahas,
dapat di simpulkan bahwa semua noven umumnya karya sastra mengandung banyak hal
positif. Tidak hanya sebatas demi hiburan tetapi juga sebagai sarana dalam
membentuk moral yang baik bagi siswa. Hal yang tak kalah penting adalah didikan
dari pengajar yang diharapkan mampu untuk mengarahkan siswa untuk mengabil
nilai-nilainpositif dalam novel.
B. SARAN
Berdasarkan
hasil analisis data yang dilakukan, melalui penelitian ini peneliti ingin
memberikan saran:
1.
Mengharapkan agar para
pembaca untuk mewujudkan keinginan dan impian pentingnya arti pantang menyerah
dan tidak mudah putus asa walaupun dalam keadaan terbatas.
2.
Berdasakan teori yang
digunakan, agar para orang tua selalu mendukung setiap keinginan dan cita-cita
anaknya. Hal ini agar anak lebih semangat untuk mewujudkan cita-citanya itu.
3.
Untuk peneliti berikutnya yang ingin mengkaji
objek yang sama atau teori yang sama dengan penelitian ini, supaya
mengembangkan sebaik mungkin. Karena penelitian ini masih banyak terdapat
kekurangan di dalamnya.
4.
Diharapkan penelitian
ini dapat menjadi motivasi dan referensi bagi penelitian selanjutnya.
Kajian Pustaka
Apriyanti, S. (2014). Artikel Hasil
Penelitian Perubahan Tingkahlaku Tokoh Kisi Dalam Novel Bercintya Dalam
Tahajjudku KaryaAnshela dan Kaitanya Dengan Pembelajaran Sastra di SMA.
Mataram: Universitas Mataram.
Arista, B. I.
(2015). Kepribadian Tokoh Asma dalam Novel Assalamualaikum Beijing Karya
Asma Nadia : Kajian Humanistik Abraham Maslow dan Relevansinya Terhadap
Pembelajaran Sastra di SMA. Mataram: Universitas Mataram.
Komalasari, I.
(2017). Konflik Sosial Dalam Novel Mantra Penjinak Ular Karya Kuntowijoyo
dan Implikasinya pada Pembelajaran di SMA. Jakarta: UIN Syarfi
Hidayattullah.
Nofyansyah, A.
(2015). Analisis Psikologis Tokoh Minke Roman Bumi Manusia Karya Pramodya
Ananta Toer dan Kaitanya Dengan Pembelajaran Sastra di SMA. Mataram:
Universitas Mataram.
Novitasari, D.
(2017). Analisis Pragmatis Novel Biru Darah Gadisku Karya Darto Singo dan
Aplikasinya Dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Jakarta: UIN Syaruf
Hidayattullah.
Primayanti, A.
(2016). Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh Utama Novel "Perjalanan
Mengalahkan Waktu" Karya Fatih Zam dan Kaitanya Dengan Pembelajaran di
SMA. Mataram: Universitas Mataram.
Wijaya, I. G.
(2014). Artikel Hasil Pnelitian Citra Wanita Dalam Novel Potret Terindah
dari Bali Karya Pande Komang Suryanita dan Kaitanya Dengan Pembelajaran di SMA.
Mataram: Universitas Mataram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar