Sabtu, 08 Februari 2020

ANALISIS NOVEL TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA


ANALISIS NOVEL TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Jurnal ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pembinaan dan Pengembangan Bahasa semester I
 
Oleh :
Aji Santoso (K1219004)


Pendidikan Bahasa Indonesia
Fakultas Keguruan dan Imlu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret 2019

ANALISIS NOVEL DENGAN MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
Oleh : Aji Santoso (K1219004)


ABSTRAK
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salah satu karya sastra yaitu novel  terhadap metode pembelajaran sastra ditingkat SMA.  Metode analisis didapatkan dengan cara mempelajari 7 jurnal yang membahas : 1) Novel Potret Terindah Dari Bali  karya Pande Komang Suryanita 2) Novel Bercinta Dalam Tahajjudku karya Anshela 3) Novel Biru Darah Gadisku karya Darto Singo 4) Analisis Psikologis Tokoh Minke Roman Buni Manusia karya Pramoedya Ananta Toer 5) Novel Mantra penjinak ular karya Kuntowijoyo 6) Novel Perjalanan Mengalahkan Waktu karya Fatih Zam 7) Novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia.
Analisis jurnal ini bertujuan untuk memberikan analisis mengenai peranan novel terhadap kepribadian dan perilaku siswa yang diharapkan nantinya mampu mengambil nilai-nilai positif dari karya sastra yang mereka baca. Banyak nilai yang dapat diambil dari novel, misalnya dapat meneladani kebaikan dari tokoh utama, serta mempelajari masalah yang ada untuk diterapkan dikehidupan dengan harapan mampu menyelesaikan dengan baik. Selain kepada para siswa, penelitian ini mengharapkan kepada para pengajar untuk membimbing para siswa dalam mengambil nilai dalam novel serta unsur instrinsik dan ekstrinsik.

Kata Kunci : Novel, Pembelajaran, SMA







Daftar Isi
Judul ....................................................................................................................... 2
Abstrak ..................................................................................................................  2
Daftar Isi ................................................................................................................. 3
Bab I Pendahuluan ................................................................................................. 4
A.    Latar Belakang ........................................................................................... 4
B.     Rumusan Masalah ...................................................................................... 5
C.     Tujuan Penelitian ....................................................................................... 5
D.    Manfaat Penelitian ..................................................................................... 5
BAB II Landasan Teori .......................................................................................... 6
A.    Kajian Pustaka ............................................................................................ 6
B.     Kerangka Berfikir ....................................................................................... 7
C.     Hipotesis Penelitian .................................................................................... 8
BAB III Pembahasan .............................................................................................. 8
BAB IV Penutub ................................................................................................. .12
A.    Keimpulan ................................................................................................ 12
B.     Saran ......................................................................................................... 13
Kajian Pustaka ...................................................................................................... 14






BAB I
PENDAHULUAN
A.         Latar Belakang

Karya sastra merupakan cipta karya yang dihasilkan dari imajinasi manusia berdasarkan hubungan kejadian yang dialami dan terinspirasi dari realita dilingkungan sekitar pencipta yang dipadukan dalam sebuah puisi, cerpen, novel, dan drama. Ada dua peranan karya sastra, yaitu sebagai hiburan dan mengandung nilai-nilai atau pesan moral kebaikan yang bermanfaat bagi masyarakat atau pembacanya. Atas dasar hal tersebut, pengarang biasanya memiliki keinginan untuk berkomunikasi dan memberikan sebuah pemahaman tertentu didalamnya, sehingga karya sastra tersebut memiliki kandungan moral dan nilai positif tertentu yang diselipkan ketika proses pembuatan karya sastra itu berlangsung.
Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang mengandung nilai pesan moral positif bagi pembacanya. Contoh nilai yang terkandung dalam novel adalah nilai pendidikan yang mencakup nilai sosial, moral, dan religius. Novel dapat dijadikan bagian dalam pembelajaran sastra tingkat SMA dan mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam karya sastra, baik instrinsik maupun ekstrinsik yang keduanya dapat menambah wawasan pengetahuan terhadap siswa didalam proses menganalisis dan memahami sastra.
Novel merupakan salah satu media yang efektif membentuk karakter siswa melalui nilai-nilai sosial yang diselipkan didalamnya. cerita yang diangkat dalam novel sebagian besar berasal dari kehidupan manusia yang ditokohkan dengan berbagai jenis masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh tokoh tersebut. Problematika dalam novel tidak hanya masalah cerita, tetapi juga masalah yang kemungkinan banyak terjadi pada masyarakat luas (pembaca). Salah satu tujuan hal tersebut adalah memberikan keteladanan bagi siswa yang kemungkinan juga mengalami masalah yang sama dengan masalah yang dihadapi tokoh dalam cerita yang dibaca, sehingga mereka mampu menganalisis dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan baik.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pengajar, dengan tujuan mereka mampu memberikan kontribusi dalam  mengatasi masalah rendahnya minat baca dan buruknya karakter siswa dan masyarakat di Indonesia. Salah satu cara adalah mengarahkan para siswa untuk membaca karya sastra berupa novel, yang nantinya diharapkan mampu mempelalajari dan menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam novel. Setelah membaca satu novel, siswa juga diharapkan mendapat candu dalam membaca yang nantinya selain membaca siswa juga berminat untuk menulis novel maupun karya sastra lain dan diharapkan mampu meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra.

B.          Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimanakah peran novel dalam pembelajaran tingkat SMA?
2.      Bagaimanakah pengaruh novel terhadap karakter siswa SMA?
3.      Bagaimanakah cara meningkatkan literasi siswa melalui novel?

C.           Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui peran novel dalam pembelajaran tingkat SMA.
2.      Untuk mengetahui pengaruh novel terhadap siswa SMA.
3.      Untuk mengetahui cara meningkatkan literasi siswa melalui novel.

D.           Manfaat penelitian
Berdasarkan tujuan diatas, maka manfaat yang diberikan sebagai berikut:
1.      Manfaat Teoritis
a.       Manfaat penelitian ini ditujukan untuk peran vovel dalam pembelajaran tingkat SMA.
b.      Manfaat penelitian ini ditujukan untuk pengaruh novel terhadap siswa SMA.
c.       Manfaat penelitian ini ditujukan untuk literasi siswa melalui novel.

2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi Penulis
1)      Terselesaikannya tugas mata kuliah pembinaan dan pengembangan bahasa semester I
2)      Menambah wawasan mengenai pentingnya karya sastra terhadap pembelajaran.
3)      Mampu meningkatkan kualitas menyusun karya tulis ilmiah.

b.      Bagi Pembaca
1)      Mampu memberikan wawasan pengetahuan mengenai pentingnya karya sastra.
2)      Mampu meingkatkan minat membaca dan menulis.

c.       Bagi Penelitian Lain
1)      Dapat memberikan referensi dalam penyusunan karya tulis dengan tema yang sama.


BAB II
LANDASAN TEORI
A.         Kajian Pustaka
Seseorang juga bisa melakukannya dengan cara menuliskan kejadian apa saja yang dialami, baik yang sudah terjadi atau yang sedang direncanakan. Biasanya seseorang memiliki catatan pribadi, seperti buku harian atau puisi untuk seseorang yang di sayang. Tulisan tersebut bisa disebut sebagai karya sastra karena menceritakan tentang kejadian yang telah dipahami oleh penulis. Penulis sebuah karya sastra bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja sesuai dengan keinginan penulis (Wellek dan Werren, 1995:9). Sebuah karya biasa ditulis oleh pengarang dengan isi sesuai kehendak dari pengarang. Dapat ditulis mengenai hal fiktif maupun reaita kehidupan yang pernah ia jalani.

Mursal Esten (1978 : 9) Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan). Setiap sastra pasti memiliki tujuan yang disematkan oleh pengarang, baik secara tersirat maupun tersurat.

Semi (1988 : 8) Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupanya menggunakan bahasa sebagai medium. Karya sastra adalah hasil murni karya manusia yang disampaikan melalui bahasa secara lisan maupun tertulis.

Panuti Sudjiman (1986 : 68) Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinilan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapan. Baik secara lisan maupun nonlisan, karya sastra pasti memiliki ciri sesuai karakter penulis yang berisi banyak sekali ciri dan  tujuan tertentu

B.            Kerangka Berfikir
Perkembangan dunia sastra di Indonesia semakin hari semakin bertumbuh dengan baik diiringi dengan minat baca yang terus meningkat bagi masyarakat khususnya pelajar tingkat SMA. Para siswa SMA yang masih dalam golongan remaja sering membaca karya sastra utamanya novel.  Agar para siswa tidak hanya sekedar membaca novel, haruslah mereka diberikan bimbingan mengenai cara mengambil nilai-nilai yang terdapat pada novel. Hal tersebut mencegah para siswa untuk tidak hanya membaca, tetapi dapat memperoleh nilai moral yang positif serta dapat diarahkan untuk menerapkanya dikehidupan nyata.
Bimbingan tidak hanya dilakukan kepada para siswa, tapi juga kepada pengajar. Guru memiliki peranan sangat penting karena merekalah yang berhubungan langsung dengan para siswa. Setelah diberi wawasan mengenai hal positif dalam novel, guru diharapkan mampu membuat siswa tidak hanya membaca, tetapi juga aktif dalam menulis dan menciptakan karya sastra.

C.           Hipotesis Penelitian
1.             peran novel dalam pembelajaran tingkat SMA
terdapat peranan novel yang dalam pembelajaran kelas di tingkat SMA.
2.             pengaruh novel terhadap karakter siswa SMA
terdapat pengaruh novel terhadap karakter siswa.
3.             meningkatkan literasi siswa melalui novel
novel dapat mempengaruhi minat baca dan meningkatkan tingkat literasi di Indonesia.


BAB III
PEMBAHASAN
Penelitian ini menganalisis bahasan 6 novel dalam kengaiatan pembeajaran tingkat SMA, yaiu:
1.             Novel Bercinta dalam Tahajjudku Karya Anshela berdasarkan Teori Behaviorisme B.F Skiknner
Terjadi perubahan tingkah laku pada tokoh Kisi dalam novel “Bercinta dalam Tahajjudku” karya Anshela. Bentuk perubahan tingkah laku tokoh Kisi adalah sebagai berikut.
Pada awalnya kisi mempunyai sifat yang manja dan kekanak-kanakan. serta mempunyai sifat buruk lainnya yaitu egois (selalu merasa benar dan ingin menang sendiri), setelah terjadinya perubahan akhirnya tokoh Kisi mulai meninggalkan sifat egoisnya itu, kini ia mulai bisa menerima pendapat/nasihat dari orang lain.
Pada awalnya tokoh Kisi di kenal sebagai gadis yang tidak tahu banyak mengenai agama Islam karena ia tidak memiliki ketertarikan untuk mepelajari Islam secara mendalam, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Kisi mulai tertarik untuk lebih mendalai ajaran islam
Sedangkan kaitan hasil analisis novel “Bercinta dalam Tahajjuku” karya Anshela” dengan materi pembelajaran sastra di SMA ialah dapat digunakan sebagai bahan ajar pada materi pembelajaran sastra di SMA karena dalam novel ini terdapat nilai-nilai agama yang bisa dicontoh oleh siswa, belajar mengenai shalat, pentingnya saling memaafkan sesama umat beragama.

2.             Citra Wanita dalam Novel Potret Terindah dari Bali karya Pande Komang Suryanita
Citra wanita yang terdapat dalam novel Potret Terindah dari Bali karya Pande Komang Suryanita terbagi menjadi tiga, yaitu:
a.              citra wanita sebagai pribadi, yakni tercitra sebagai wanita yang memiliki beberapa keinginan, tercitra sebagai wanita yang memiliki potensi dan prestasi, tercitra sebagai wanita yang sabar dan tabah menerima cobaan, tercitra sebagai wanita yang bersyukur atas karunia Tuhan.
b.             Citra wanita dalam keluarga, yakni tercitra sebagai wanita yang menyayangi keluarga, dan tercitra sebagai wanita pencari nafkah untuk keluarga.
c.              Citra wanita dalam masyarakat, yakni tercitra sebagai wanita yang memiliki peranan positif dan negatif. 
Sedangkan kaitan antara hasil penelitian dengan materi pembelajaran sastra di SMA. Analisis kepribadian tokoh utama yang dibahas pada penelitian ini memiliki kaitan dengan SK/KD yang telah di tetapkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu kelas XI semester 1 dengan Standar Kompetensi (SK): Memahami berbagai hikayat, novel Indonesia/novel terjemahan, dan Kompetensi Dasar (KD): Menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan.

3.             Novel Biru Darah Gadisku karya Darto Singo
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada novel Biru Darah Gadisku karya Darto Singo, dapat dikatakan bahwa dalam novel ini terdapat nilai pendidikan yang meliputi:
Nilai moral dalam novel ini meliputi: keberanian dalam hidup, usaha dan kerja keras, meminta maaf, rendah hati, berterima kasih, ketulusan, jujur dan terus terang, tidak putus asa, baik hati, kepatuhan, kesopanan dan keramahan, dan saling menasihati.
Nilai sosial atau kemasyarakatan dalam novel ini meliputi tolong menolong, cinta kasih, tanggung jawab, kerukunan, peduli sesama, dan saling menghargai.
Nilai religius atau keagamaan dalam novel ini meliput memohon dan berdo’a kepada Tuhan, bersyukur, percaya kepada takdir, dan mencintai dan menyayangi orang tua.
 Novel Biru Darah Gadisku juga dapat mengembangkan fungsi imajinasi atau daya pikir siswa, mengembangkan fungsi perasaann siswa, dan mengembangkan fungsi intelektual atau kecerdasan siswa.

4.             Analisis tokoh Minke Roman di novel Bumi Manusia karya Pramodya Ananta Toer
Psikologi tokoh Minke Roman Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer terlihat dari pencapaian tokoh Minke dalam memenuhi kelima jenjang hirarki kebutuhan tersebut. Masalah-masalah yang dihadapi tokoh Minke seperti status sosialnya sebagai Pribumi yang dianggap rendah oleh bangsa-bangsa Eropa atau usaha-usaha yang dilakukannya untuk menjaga agar kebutuhan akan cinta dan dimilikinya tetap terpenuhi secara tidak langsung membentuk kepribadian tokoh Minke. Dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dapat disimpulkan bahwa psikologi tokoh Minke dapat digambarkan sebagai pribadi yang lebih dewasa, mandiri, memandang sesuatu secara objektif, menerima kenyataan, berwawasan terbuka, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan tidak mudah menyerah pada setiap masalah.
Kaitan psikologi tokoh Minke Roman Bumi Manusia dengan pembelajaran sastra di SMA dapat dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan Standar Kompetensi memahami Novel Indonesia/terjemahan. Dengan standar kompetensi menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik Novel Indonesia/terjemahan.

5.             Analisis psikologi kepribadia tokoh utama novel Perjalanan Mengalahkan Waktu karya Fatih Zam
Psikologi kepribadian tokoh utama (Ardi) dianalisis menggunakan pendekatan psikologi Sigmund Freud yang fokuskan pada struktur kepribadian. Ia memiliki keinginan untuk tetap sekolah, keinginan untuk mendapatkan hadiah atau penghargaan dari kedua orang tua tersebut ditandai suatu keadaan ekonomi yang tidak mampu. Ego tokoh utama (Ardi) memiliki impian menjadi orang yang berpendidikan setinggi-tingginya,tokoh utama (Ardi) memiliki kepribadian dari mulai SD ia selalu meraih peringkat 3, begitu juga di waktu SMP dan SMA Ardi tetap meraih peringkat 1 di sekolahnya, menjadi penjual koran di jalankan untuk mempertahankan hidup, ikut dalam sebuah grup membina anak-anak jalanan. Superego tokoh utama (Ardi) memiliki kepribadian yang supel, dan mudah bergaul dengan orang lain.
Kaitan psikologi tokoh Minke Roman Bumi Manusia dengan pembelajaran sastra di SMA dapat dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan Standar Kompetensi memahami Novel Indonesia/terjemahan. Dengan standar kompetensi menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik Novel Indonesia/terjemahan. Guru dapat menerapkan teori hirarki kebutuhan Abraham H. Maslow untuk mengidentifikasi unsur ekstrinsik khususnya untuk menganalisis psikologi tokoh-tokoh dalam Novel Indonesia atau terjemahan.

6.             Kepribadiam tokoh Asma dalam novel Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia

Kepribadian tokoh Asma dalam novel Assalammualaikum Beijing karya Asma Nadia terlihat dari pencapaian tokoh Asmadalam memenuhi kelima jenjang hirarki kebutuhan tersebut. Masalah- masalah yang dihadapi tokoh Asma seperti hubungan pribadinya yang penuh dengan misteri bahwa ketika seseorang ikhlas dalam menjalani semuaujian hidup yang telah digariskan untuk menjaga agar kebutuhan akan rasa cinta dan dimiliki tetap terpenuhi secara langsung membentuk kepribadian tokoh Asma. Dari cara tokoh Asma menyikapi peristiwa- peristiwa yang terjadi dapat dikatakan bahwa tokoh Asma memiliki kepribadian yang tegar dan cukup selektif dalam memilih pasangan. Di sisi lain, Asma juga seseorang yang mampu menerima keadaan sehingga dapat bangkit dari keterpurukan, guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar sampai pada tingkat aktualisasi diri seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow.

Relevansi hasil kepribadian tokoh Asma dalam novel Assalammualaikum Beijing terhadap pembelajaran sastra di SMA. Pembelajaran sastra di SMA adalah kegiatan apresiasi terhadap karya sastra, yang membantu siswa dalam mengembangkan pengetahuan. Relevansi kepribadian tokoh Asma dalam novel terhadap pembelajaran sastra di SMA kelas XI semester I, dengan Standar Kompetensi (SK) memahami berbagai hikayat, novel Indonesia, atau novel terjemahan, dengan Kompetensi dasar (KD) menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia atau novel terjemahan, yang dapat membantu siswa untuk mengindentifikasi dan menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik dalam novel Indonesia atau novel terjemahan, terutama dalam pendidikan karakter.



BAB IV
PENUTUP
A.                SIMPULAN
Salah satu materi pembelajaran yang digunakan guru ditingkat SMA dalam pembelajaran adalah karya sastra. Kurikumum Tingkat Satuan Pendidikan sudah dikaitkan dan disesuaikan dengan materi karya sastra. Pada SK (Standar Kompetensi) kelas XI Semester I memahami hikayat, novel Indonesia atau novel terjemahan, dengan KD (Kompetensi Dasar) menganalisis unsur-unsur ekstrinsik dan intrinsik novel Indonesia/terjemahan, dengan Indikator: 1) Menganalisis unsur-unsur ekstrinsik dan intrinsik  (alur, tema,  penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat) novel Indonsia. 2) Menganalisis unsur-unsur ekstrinsik dan  intrinsik  (alur, tema,  penokohan, sudut pandang, latar, dan amanat) novel terjemahan. 3) Membandingkan unsur ekstrinsik dan intrinsik novel terjemahan dengan novel Indonesia.
Dari pembahasan yang telah dibahas, dapat di simpulkan bahwa semua noven umumnya karya sastra mengandung banyak hal positif. Tidak hanya sebatas demi hiburan tetapi juga sebagai sarana dalam membentuk moral yang baik bagi siswa. Hal yang tak kalah penting adalah didikan dari pengajar yang diharapkan mampu untuk mengarahkan siswa untuk mengabil nilai-nilainpositif dalam novel.

B.     SARAN
Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, melalui penelitian ini peneliti ingin memberikan saran:
1.             Mengharapkan agar para pembaca untuk mewujudkan keinginan dan impian pentingnya arti pantang menyerah dan tidak mudah putus asa walaupun dalam keadaan terbatas.
2.             Berdasakan teori yang digunakan, agar para orang tua selalu mendukung setiap keinginan dan cita-cita anaknya. Hal ini agar anak lebih semangat untuk mewujudkan cita-citanya itu.
3.              Untuk peneliti berikutnya yang ingin mengkaji objek yang sama atau teori yang sama dengan penelitian ini, supaya mengembangkan sebaik mungkin. Karena penelitian ini masih banyak terdapat kekurangan di dalamnya.
4.             Diharapkan penelitian ini dapat menjadi motivasi dan referensi bagi penelitian selanjutnya.




Kajian Pustaka

Apriyanti, S. (2014). Artikel Hasil Penelitian Perubahan Tingkahlaku Tokoh Kisi Dalam Novel Bercintya Dalam Tahajjudku KaryaAnshela dan Kaitanya Dengan Pembelajaran Sastra di SMA. Mataram: Universitas Mataram.
Arista, B. I. (2015). Kepribadian Tokoh Asma dalam Novel Assalamualaikum Beijing Karya Asma Nadia : Kajian Humanistik Abraham Maslow dan Relevansinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. Mataram: Universitas Mataram.
Komalasari, I. (2017). Konflik Sosial Dalam Novel Mantra Penjinak Ular Karya Kuntowijoyo dan Implikasinya pada Pembelajaran di SMA. Jakarta: UIN Syarfi Hidayattullah.
Nofyansyah, A. (2015). Analisis Psikologis Tokoh Minke Roman Bumi Manusia Karya Pramodya Ananta Toer dan Kaitanya Dengan Pembelajaran Sastra di SMA. Mataram: Universitas Mataram.
Novitasari, D. (2017). Analisis Pragmatis Novel Biru Darah Gadisku Karya Darto Singo dan Aplikasinya Dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Jakarta: UIN Syaruf Hidayattullah.
Primayanti, A. (2016). Analisis Psikologi Kepribadian Tokoh Utama Novel "Perjalanan Mengalahkan Waktu" Karya Fatih Zam dan Kaitanya Dengan Pembelajaran di SMA. Mataram: Universitas Mataram.
Wijaya, I. G. (2014). Artikel Hasil Pnelitian Citra Wanita Dalam Novel Potret Terindah dari Bali Karya Pande Komang Suryanita dan Kaitanya Dengan Pembelajaran di SMA. Mataram: Universitas Mataram.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar