Kamis, 06 Februari 2020

Metode Peningkatan Pembinaan Penulisan Puisi


Judul : Metode Peningkatan Pembinaan Penulisan Puisi
[K121900] [Aji Santoso] Penulis Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia https://bastind.fkip.uns.ac.id Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://fkip.uns.ac.id

A. Latar Belakang
 Bahasa Indonesia merupakan pelajaran wajib di jenjang pendidikan sekolah dasar hingga jenjang menengah atas. Dalam perkuliahan, mata kuliah bahasa Indonesia juga diwajibkan di seluruh jurusan. Mayoritas kalangan menyebut bahwa pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran paling mudah. Hal tersebut dikarenakan semua warga Negara Indonesia mampu berbahasa Indonesia. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kalangan pelajar mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar? khususnya bagi mahasiswa UNS.
Masyarakat Indonesia sering menggunakan bahasa atau kata yang tidak baku dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, dalam hal menulis, masyarakat kita serig menggunakan kata yang tidak efektif. Salah satu hal yang masuk dalam kemamuan menulis dalam bahasa Indonesia adalah menulis puisi. Penulisan puisi tidak begitu memperhatikan hal efektif, tetapi harus menggunakan kata yang baku. Menuis puisi bukan perkara yang mudah, diperukan keterampilan dalam berahasa dengan tujuan menghasilkan ata yang indah dan kaya makna.
B. Tujuan
 Artikel ini bertujua untuk memberi penjelasan terkain beberapa strategi untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi. Ada 5 metode yang mampu diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menulis karya sastra puisi. Terdapat hal yang perlu diperhatkan, yaitu bahwa dalam sastra tidak dapt diuur dengan nila. Penulis satra mengungkapkan perasaannya dalam tulisanya, sehingga orang lain tidak mampu memahami suatu puisi dengan seutuhnya.
C. Pembahasan
 Berkut adalah beberapa metode yang dapat lakukan untuk meningatkan kemampuan menulis puisi:
1.      Metode ASSURE
Metode ini lebih mengarah kepada pemanfaatan media dan teknologi. ASSURE mampu menciptakan proses serta aktivitas pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Selain itu langkah model ASSURE yang mudah digunakan dapat mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan. Langkah model ASSURE diakukan dengan menganalisis karakteristik siswa; merumus kan tujuan pembelajaran, memilih metode, media, dan materi; memanfaatkan media dan evaluasi. Hal ini nantinya dapat meningkatkan kreatifitas dan minat siswa untuk belajar, sehingga para siswa tidak lagi perlu untu dipaksa dalam belajar.
2.      Concept Sentence
Concept Sentence adalah satu jenis pembelajaran aktif yang dapat diterapkan dengan menyajikan beberapa kata kunci. Kata kunci yang disajikan disusun menjadi beberapa kalimat dalam kelompok dan didiskusikan kembali secara pleno dengan panduan pengajar. Metode ini menuntun para siswa untuk mengembangkan kata kunci menjadi kalimat atau bait-bait puisi yang menarik sesuai kemampan siswa. Siswa nantinya tidak sekedar menghasilkan kalimat sederhana, tetapi menjadi kalimat yang penuh makna. sehingga, menggunakan metode Concept Sentence atau pengembangan kata kunci dalam penulisan puisi dianggap tepat untuk mengmbangkan kemampuan siswa.
3.      Strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW)         
Think Talk Write adalah metode yang mampu menuntun siswa untuk berpikir, berbicara, menulis dengan langkh yang urut. Pembahasa yang di pikirkan ialah satu pembahasan tema tertentu. Tema atau topic nantinya digunakan untuk mengembangkan tulisan siswa dengan lancar dan melatih bahasa sebelum dituliskan. Strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW) memperkenankan siswa untuk mempengaruhi dan memanipulasi ide-ide sebelum dituangkan dalam tulisan. Strategi ini lebih efektif sebagai alternatif dalam pelajaran menulis.
Metode ini mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam menggali dan menemukan satu hal dengan berinteraksi dan berdiskusi kelompok. Metode Think Talk Write (TTW) juga mampu membuat siswa utuk berpikir kritis dan kreatif, sehingga melalui diskusi, siswa diharapkan untuk bekerja sama dan bertukar gagasan dalam pemecahan masalah. Selain itu penerapan strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW) membuat siswa dapat lebih kreatif serta berani mengemukaka ide dalam lingkungan kelompok. Dapat iartikan metode ini mampu membuat siswa untuk berpikir bersama kelompok, kemudian menuliskan kesimpulan diskusi menjadi kata-kata yang dianggap menarik.
4.      Metode Hypnoteaching
Hypnoteaching adalah gabungan kata hypnosis (menyugesti) dan teaching (mengajar). Hypnosis terjdi ketika otak beada dalam kondisi tenang, rileks, dan santai. Hal ini terjadi ketika pikiran bawah sadar mulai aktif sedangkan pikiran sadar menjadi pasif.
Hypnoteaching adalah pembelajaran dalam menyampaikan materi, guru menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar yang mampu meningkatkan minat siswa. Metode ini juga menawarkan langkah pembelajaran melalui pendekatan sugestif psikologis. Pendekatan ini lebih menarik daripada pembelajaran satu arahseperti ceramah. Dapat diambil kesimpulan bahwa hypnoteaching mampu menaikan kualitas proses belajar menjadi efektif lebih efektif, efisien, dan menyenangkan. Hal ini nantinya dapat menngkatkan kualitas siwa dalam menghasilkan bait-bait puisi.

5.      Metode menulis berantai
Metode menulis berantai bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil dalam menulis puisi. Menulis secara berantai adalah pembelajaran inovatif dengan cara motivasi siswa dan meningkatkan imajinasi dalam menulis sebuah puisi serta menumbuhkameningkatkan keberanian siswa dalam menciptakan puisi.
Siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan gagasanya melalui tulisan-tulisan yang dihasilkannya seperti puisi. Berkaitan dengan suasana belajar, Depdiknas menjelaskan bahwa belajar melibatkan perasaan. Suasana menyenangkan sangat diperlukan karena otak akan bekerja optimal jika dalam keadaan tertekan.
Langkah-langkah menulis puisi dengan metode berantaiyaitu:membentuk kelompok; (2) kelompok menentukan tema yang akan dikembangkan menjadi puisi; (3) siswa menulis mulai menulis dan menentukan judul; (4) pada setiap akhir bait, siswa menuliskan namanya; (5) setelah siswa yang pertama menyelesaikan bait yang pertama, mereka diminta untuk menyerahkan atau memindahkan buku kepada teman disebelah kanannya; (6) siswa yang menerima buku tersebut diharuskan membaca hasil puisi yang sudah dituliskan teman sebelumnya. Kemudian setiap siswa diminta meneruskan atau menyambung puisi tersebut dengan cara menuliskan dibait kedua. Setiap akhir bait siswa menuliskan namanya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pemilik bait yang tidak koheren atau tidak sesuai dengan bait puisi yang sebelumnya; (7) setelah siswa kedua melanjutkan puisi teman sebelahnya, buku diputar kepada teman berikutnya searah jarum jam sampai batas waktu yang ditentukan oleh guru. Setiap siswa wajib membaca puisi dari awal puisi yang akan dilanjutkannya tersebut. Dan begitu seterusnya; (8) langkah selanjutnya, hasil puisi yang dikerjakan secara berantai tersebut dibahas dengan kelompoknya, kemudian menandai kalimat-kalimat yang sumbang atau tidak sesuai dengan kalimat sebelumnya; (9) setelah merevisi puisi tersebut, kemudian anggota kelompok memberi judul yang tepat untuk puisi yang sudah dikerjakan secara berantai; dan (10) salah satu siswa mewakili untuk membacakan hasil puisi dengan suara nyaring dan selanjutnya ditanggapi oleh siswa lain.
D. Kesimpulan
Puisi merupakan karya sastra yang menuntut kebebasan penulis dengan mengedapnkan keindahan kata yang kaya makna. Dalam peningkatan kualitas puisi, kita dapat melakukan dengan berbagai cara, salah satunya pembinaan pembuatan puisi di kalangan siswa. Banyak metode yang dapat dipilih, untuk itu para pendidik diharapkan mampu memilih metode yang tepat bagi anak didiknya. Masing-masing metode memiliki keunggulan tersendiri, sehingga kita bebas menentukan metode mana yang tepat untuk diterapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar