Judul : Metode Peningkatan Pembinaan Penulisan Puisi
[K121900] [Aji Santoso] Penulis Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia https://bastind.fkip.uns.ac.id Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan https://fkip.uns.ac.id
A. Latar Belakang
Bahasa
Indonesia merupakan pelajaran wajib di jenjang pendidikan sekolah dasar hingga
jenjang menengah atas. Dalam perkuliahan, mata kuliah bahasa Indonesia juga
diwajibkan di seluruh jurusan. Mayoritas kalangan menyebut bahwa pelajaran
bahasa Indonesia adalah pelajaran paling mudah. Hal tersebut dikarenakan semua
warga Negara Indonesia mampu berbahasa Indonesia. Yang menjadi pertanyaan adalah
apakah kalangan pelajar mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan
benar? khususnya bagi mahasiswa UNS.
Masyarakat
Indonesia sering menggunakan bahasa atau kata yang tidak baku dalam percakapan
sehari-hari. Selain itu, dalam hal menulis, masyarakat kita serig menggunakan
kata yang tidak efektif. Salah satu hal yang masuk dalam kemamuan menulis dalam
bahasa Indonesia adalah menulis puisi. Penulisan puisi tidak begitu
memperhatikan hal efektif, tetapi harus menggunakan kata yang baku. Menuis
puisi bukan perkara yang mudah, diperukan keterampilan dalam berahasa dengan
tujuan menghasilkan ata yang indah dan kaya makna.
B. Tujuan
Artikel
ini bertujua untuk memberi penjelasan terkain beberapa strategi untuk
meningkatkan kemampuan menulis puisi. Ada 5 metode yang mampu diterapkan untuk
meningkatkan kemampuan menulis karya sastra puisi. Terdapat hal yang perlu
diperhatkan, yaitu bahwa dalam sastra tidak dapt diuur dengan nila. Penulis
satra mengungkapkan perasaannya dalam tulisanya, sehingga orang lain tidak
mampu memahami suatu puisi dengan seutuhnya.
C. Pembahasan
Berkut adalah beberapa metode yang
dapat lakukan untuk meningatkan kemampuan menulis puisi:
1. Metode
ASSURE
Metode ini lebih mengarah kepada pemanfaatan
media dan teknologi. ASSURE mampu
menciptakan proses serta aktivitas pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Selain itu langkah model ASSURE yang mudah digunakan dapat mendukung
proses pembelajaran yang menyenangkan. Langkah model ASSURE diakukan
dengan menganalisis karakteristik siswa; merumus kan tujuan pembelajaran,
memilih metode, media, dan materi; memanfaatkan media dan evaluasi. Hal ini
nantinya dapat meningkatkan kreatifitas dan minat siswa untuk belajar, sehingga
para siswa tidak lagi perlu untu dipaksa dalam belajar.
2.
Concept Sentence
Concept Sentence adalah satu jenis pembelajaran aktif yang dapat
diterapkan dengan menyajikan beberapa kata kunci. Kata kunci yang disajikan
disusun menjadi beberapa kalimat dalam kelompok dan didiskusikan kembali secara
pleno dengan panduan pengajar. Metode ini menuntun para siswa untuk
mengembangkan kata kunci menjadi kalimat atau bait-bait puisi yang menarik
sesuai kemampan siswa. Siswa nantinya tidak sekedar menghasilkan kalimat
sederhana, tetapi menjadi kalimat yang penuh makna. sehingga, menggunakan
metode Concept Sentence atau pengembangan kata kunci dalam penulisan
puisi dianggap tepat untuk mengmbangkan kemampuan siswa.
3.
Strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW)
Think Talk Write adalah metode yang mampu menuntun siswa
untuk berpikir, berbicara, menulis dengan langkh yang urut. Pembahasa yang di
pikirkan ialah satu pembahasan tema tertentu. Tema atau topic nantinya
digunakan untuk mengembangkan tulisan siswa dengan lancar dan melatih bahasa
sebelum dituliskan. Strategi pembelajaran Think Talk Write (TTW)
memperkenankan siswa untuk mempengaruhi dan memanipulasi ide-ide sebelum dituangkan
dalam tulisan. Strategi ini lebih efektif sebagai alternatif dalam pelajaran
menulis.
Metode ini mampu mendorong peserta didik untuk aktif dalam menggali
dan menemukan satu hal dengan berinteraksi dan berdiskusi kelompok. Metode Think
Talk Write (TTW) juga mampu membuat siswa utuk berpikir kritis dan kreatif,
sehingga melalui diskusi, siswa diharapkan untuk bekerja sama dan bertukar gagasan
dalam pemecahan masalah. Selain itu penerapan strategi pembelajaran Think
Talk Write (TTW) membuat siswa dapat lebih kreatif serta berani mengemukaka
ide dalam lingkungan kelompok. Dapat iartikan metode ini mampu membuat siswa
untuk berpikir bersama kelompok, kemudian menuliskan kesimpulan diskusi menjadi
kata-kata yang dianggap menarik.
4.
Metode Hypnoteaching
Hypnoteaching
adalah gabungan kata hypnosis
(menyugesti) dan teaching (mengajar). Hypnosis terjdi ketika otak
beada dalam kondisi tenang, rileks, dan santai. Hal ini terjadi ketika pikiran
bawah sadar mulai aktif sedangkan pikiran sadar menjadi pasif.
Hypnoteaching
adalah pembelajaran dalam
menyampaikan materi, guru menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar yang mampu meningkatkan
minat siswa. Metode ini juga menawarkan langkah pembelajaran melalui
pendekatan sugestif psikologis. Pendekatan ini lebih menarik daripada
pembelajaran satu arahseperti ceramah. Dapat diambil kesimpulan bahwa hypnoteaching
mampu menaikan kualitas proses belajar menjadi efektif lebih efektif,
efisien, dan menyenangkan. Hal ini nantinya dapat menngkatkan kualitas siwa
dalam menghasilkan bait-bait puisi.
5.
Metode menulis berantai
Metode menulis berantai bertujuan menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan
kualitas proses dan hasil dalam menulis puisi. Menulis secara berantai adalah pembelajaran
inovatif dengan cara motivasi siswa dan meningkatkan imajinasi dalam menulis
sebuah puisi serta menumbuhkameningkatkan keberanian siswa dalam menciptakan
puisi.
Siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan gagasanya
melalui tulisan-tulisan yang dihasilkannya seperti puisi. Berkaitan dengan
suasana belajar, Depdiknas menjelaskan bahwa belajar melibatkan perasaan.
Suasana menyenangkan sangat diperlukan karena otak akan bekerja optimal jika
dalam keadaan tertekan.
Langkah-langkah menulis puisi dengan metode
berantaiyaitu:membentuk kelompok; (2) kelompok menentukan tema yang akan
dikembangkan menjadi puisi; (3) siswa menulis mulai menulis dan menentukan
judul; (4) pada setiap akhir bait, siswa menuliskan namanya; (5) setelah siswa
yang pertama menyelesaikan bait yang pertama, mereka diminta untuk menyerahkan
atau memindahkan buku kepada teman disebelah kanannya; (6) siswa yang menerima
buku tersebut diharuskan membaca hasil puisi yang sudah dituliskan teman
sebelumnya. Kemudian setiap siswa diminta meneruskan atau menyambung puisi
tersebut dengan cara menuliskan dibait kedua. Setiap akhir bait siswa
menuliskan namanya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pemilik bait yang tidak
koheren atau tidak sesuai dengan bait puisi yang sebelumnya; (7) setelah siswa
kedua melanjutkan puisi teman sebelahnya, buku diputar kepada teman berikutnya
searah jarum jam sampai batas waktu yang ditentukan oleh guru. Setiap siswa
wajib membaca puisi dari awal puisi yang akan dilanjutkannya tersebut. Dan
begitu seterusnya; (8) langkah selanjutnya, hasil puisi yang dikerjakan secara
berantai tersebut dibahas dengan kelompoknya, kemudian menandai kalimat-kalimat
yang sumbang atau tidak sesuai dengan kalimat sebelumnya; (9) setelah merevisi
puisi tersebut, kemudian anggota kelompok memberi judul yang tepat untuk puisi
yang sudah dikerjakan secara berantai; dan (10) salah satu siswa mewakili untuk
membacakan hasil puisi dengan suara nyaring dan selanjutnya ditanggapi oleh
siswa lain.
D. Kesimpulan
Puisi merupakan karya sastra yang menuntut kebebasan penulis dengan mengedapnkan keindahan kata yang kaya makna. Dalam peningkatan kualitas puisi, kita dapat melakukan dengan berbagai cara, salah satunya pembinaan pembuatan puisi di kalangan siswa. Banyak metode yang dapat dipilih, untuk itu para pendidik diharapkan mampu memilih metode yang tepat bagi anak didiknya. Masing-masing metode memiliki keunggulan tersendiri, sehingga kita bebas menentukan metode mana yang tepat untuk diterapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar