Judul : Waspada Virus Corona, UNS Terus Pantau Alumni yang Studi Lanjut di China
[K121900] [Aji Santoso] Penulis Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanA. Latar Belakang
Virus Corona akhir-akhir ini ramai diperbincangkan dan menghebohkan dunia. Virus yang dikatakan bersumber dari salah satu rumah makan di Wuhan, Tiongkok yang memperjualkan makanan dari hewan yang tidak lazim, seperti ular, tikus, dan kelelawar. Dalam rangka menyelamatkan Warga Negara Indonesia yang ada di Tiongkok, pemerintah memulangkan ratusan warga yang di observasi di Pulau Natuna untuk menyelamatkan kesehatanya.
Virus corona sendiri sangat berbahaya, hingga kini belum ditemukan obat penyembuhanya. virus ini menyerang sistem pernafasan yang dapat menular dengan bersentuhan langsung, melalui batuk dan bersin. Hingga kini sudah ratusan manusia yang meninggal akibat virus ini, serta puluhan ribu manusia telah terinfeksi. seluruh masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker, bahkan kota Wuhan di isolasi untuk sementara waktu. Salah satu langkah lain dari pemerintah Indonesia untuk melindungi diri adalah dengan menutup sementara penerbangan ke dan dari Tiongkok serta melarang impor makhluk hidup.
B. Tujuan Penuisan Artikel
Tujuan penulisan arikel atau resume ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah dan kondisi warga negara Indonesia yang berada di Tiongkok mengenai menyebarnya virus corona yang berbahaya, khususnya alumni UNS.
C. Pembahasan
Wakil Kepala UPT Layanan
Internasional UNS, Murni Ramli mengatakan, 17 alumni Universitas Sebelas Maret yang saat ini
sedang studi di China merupakan lulusan dari D3 Bahasa Mandarin UNS.
“Jadi 17 itu bukan mahasiswa UNS, namun itu merupakan alumni dari UNS,”
terang Murni, Rabu (29/1/2020).
Ke-17
alumni tersebut, 10 diantaranya sedang menempuh belajar di Xihua
University, lalu 5 alumni belajar di Jinan University dan 2 alumni
belajar di Huaqiao University.
“10
mahasiswa yang berada di Xihua University merupakan alumni D3 Bahasa Mandarin UNS yang mendapatkan beasiswa S1 dari Xihua University. Program
beasiswa ini merupakan salah satu program kerjasama antara Xihua
University dan UNS, yang diawali dengan pendirian dan pengelolaan
Confusius Institute (CI). Penyaluran beasiswa Xihua University dikelola
oleh CI UNS. Program beasiswa ini bukan double/dual degree. Status
mahasiswa penerima beasiswa tersebut saat ini adalah mahasiswa aktif
Xihua University tetapi tidak terdaftar sebagai mahasiswa UNS,” imbuh
Murni.
Murni menambahkan, 3 dari 10
mahasiswa Xihua University tersebut saat ini sedang pulang ke Solo
sedangkan 7 lainnya masih berada di Xihua University.
Sementara
itu, PIC Penyaluran Beasiswa Xihua University sekaligus sebagai
Direktur Confusius Institute (CI) UNS, Stephanie Phanata, B.Ed., M.TCSOL
sudah melakukan kontak dengan pihak Xihua University dan ke-7 alumni
UNS yang masih berada di Xihua University.
“Mereka
bukan minta dipulangkan tetapi menyampaikan himbauan dari Xihua
University bahwa, awal semester belum tahu kapan akan dimulai, maka
mereka dihimbau untuk pulang,” kata Stephanie.
Stephanie
menambahkan bahwa untuk kebijakan memulangkan adalah kebijakan
negara/pemerintah pusat, sehingga perlu menunggu dan mematuhi kebijakan
pemerintah. Namun karena alumni UNS, sikap UNS berempati dan terus
memantau perkembangan mereka melalui Direktur Confucious Institute (CI)
UNS
“17 alumni UNS tersebut, 10 orang
mengambil kuliah S1 di Xihua University di Kota Chengdu, 5 orang
mengambil kuliah S1 di Jinan University di Kota Guangzhuo, mereka dalam
kondisi aman, 2 orang mengambil kuliah S1 di Huaqiao University, di Kota
Xiamen, mereka dalam kondisi aman. Jarak ketiga kota tersebut adalah,
Kota Chengdu dan Xiamen berjarak 1000 Km lebih dari Wuhan, sementara
kota Guangzhuo berjarak 942 Km dari Wuhan,” kata Stephanie. Humas UNS
D. Kesimpulan
Melalui artikel tersebut, dapat disimpulkan bahwa alumni Universitas Sebelas Maret yang melanjutkan studi di Tiongkok dalam keadaan sehat, tidak terpapar virus corona.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar