Kamis, 10 November 2022

Soe Hok Gie: Cinta pada Keberanian Hidup melalui Mandalawangi Pangrango

 

Sebagai aktivis mahasiswa dengan jima muda yang menggelora, seseorang membutuhkan sarana untuk menyepi dari keramaian kota. Itulah yang dilakukan oleh Soe Hok Gie yang gemar mendaki berbagai gunung yang ada di Jawa. Ia telah mendaki banyak gunung, seperti Gede, Pangrango, Slamet, hingga Semeru yang akhirnya merenggut nyawanya.

Hok Gie sangar mencintai indah dan sepinya gunung. Mendaki dapat membuatnya mengenal Indonesia lebih dekat. Keberanian hidup juga diuji ketika menaiki gunung. Melalui puisinya yang berjudul Mandalawangi-Pangrango, ia menuangkan seluruh perasaan cintanya pada tempat favoritnya, yaitu lembah Mandalawangi.

Senja gunung memang indah dengan paduan kabut, sepi, dan dingin yang ada. Banyak orang yang berbicara tentang manfaat dan guna mengenai dunia dan isinya, tetapi cinta dan keindahan adalah sisi lain yang hebat untuk dinikmati.

Tidak ada masalah politik, polusi, kekuasaan, dan masalah dunia di gunung. Seorang pendaki akan tenang bersama alam. hanya ada sepi dan keindahan di sana. Indahnya alam membuat seseorang melihat Indonesia dari sudut lain.

Perjalanan dalam hajat pendakian juga mengajarkan pendaki mengenai Indonesia. Jika di kota sering diperlihatkan masyarakat kota yang penuh keruwetan, maka ketika kita mendaki, kita akan bertemu dengan rakyat. Masyarakat desa yang lebih sederhana. Melihat masalah-masalah lain yang ada di sana. Dengan mendaki, maka seseorang dapat mengenal rakyat dan masalahnya lebih dekat.

Di gunung, gemercik air sungai dapat menenangkan pikiran dengan hutan yang di dalamnya menyimpan misteri, baik hewan, tumbuhan, maupun hal mistiknya. Bersama alam, kita membawa ransel-ransel walaupun kosong. Bersama api unggun yang membara kita menyatu dengan alam melampaui batas-batas hutan. Kecintaan seorang individu dengan alam adalah cinta yang bisu, tetapi begitu dalam. Ketika seseorang datang kepada alam, maka alam tersebut akan meneruma dengan baik, seperti baiknya seseorang ingin mengunjungi alam.

Alam mengajarkan manusia untuk berani. Hidup adalah masalah keberanian untuk menghadapi sebuah tanda tanya yang tidak kita ketahui ke depannya. Tantangan yang ada tidak dapat kita mengerti dan tidak bisa kita tawar. Hanya ada satu pilihan, yaitu terima dan hadapi semua tantangan dengan keberanian. Dengan mencintai alam dan masuk di dalamnya berarti kita telah cinta pada keberanian hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar