Sebagai aktivis mahasiswa dengan jima muda
yang menggelora, seseorang membutuhkan sarana untuk menyepi dari keramaian
kota. Itulah yang dilakukan oleh Soe Hok Gie yang gemar mendaki berbagai gunung
yang ada di Jawa. Ia telah mendaki banyak gunung, seperti Gede, Pangrango,
Slamet, hingga Semeru yang akhirnya merenggut nyawanya.
Hok Gie sangar mencintai indah dan sepinya
gunung. Mendaki dapat membuatnya mengenal Indonesia lebih dekat. Keberanian
hidup juga diuji ketika menaiki gunung. Melalui puisinya yang berjudul
Mandalawangi-Pangrango, ia menuangkan seluruh perasaan cintanya pada tempat
favoritnya, yaitu lembah Mandalawangi.
Senja gunung memang indah dengan paduan
kabut, sepi, dan dingin yang ada. Banyak orang yang berbicara tentang manfaat
dan guna mengenai dunia dan isinya, tetapi cinta dan keindahan adalah sisi lain
yang hebat untuk dinikmati.
Tidak ada masalah politik, polusi,
kekuasaan, dan masalah dunia di gunung. Seorang pendaki akan tenang bersama
alam. hanya ada sepi dan keindahan di sana. Indahnya alam membuat seseorang
melihat Indonesia dari sudut lain.
Perjalanan dalam hajat pendakian juga
mengajarkan pendaki mengenai Indonesia. Jika di kota sering diperlihatkan
masyarakat kota yang penuh keruwetan, maka ketika kita mendaki, kita akan
bertemu dengan rakyat. Masyarakat desa yang lebih sederhana. Melihat
masalah-masalah lain yang ada di sana. Dengan mendaki, maka seseorang dapat mengenal
rakyat dan masalahnya lebih dekat.
Di gunung, gemercik air sungai dapat
menenangkan pikiran dengan hutan yang di dalamnya menyimpan misteri, baik
hewan, tumbuhan, maupun hal mistiknya. Bersama alam, kita membawa ransel-ransel
walaupun kosong. Bersama api unggun yang membara kita menyatu dengan alam
melampaui batas-batas hutan. Kecintaan seorang individu dengan alam adalah
cinta yang bisu, tetapi begitu dalam. Ketika seseorang datang kepada alam, maka
alam tersebut akan meneruma dengan baik, seperti baiknya seseorang ingin
mengunjungi alam.
Alam mengajarkan manusia untuk berani.
Hidup adalah masalah keberanian untuk menghadapi sebuah tanda tanya yang tidak
kita ketahui ke depannya. Tantangan yang ada tidak dapat kita mengerti dan
tidak bisa kita tawar. Hanya ada satu pilihan, yaitu terima dan hadapi semua
tantangan dengan keberanian. Dengan mencintai alam dan masuk di dalamnya
berarti kita telah cinta pada keberanian hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar